Rekayasa Perangkat Pengamanan Motor Berbasis Mikrokontroller Menggunakan Global Positioning System (GPS)

  • Arman Arman STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati
  • Mahfud Rozak STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati
  • Haryansyah Haryansyah STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati
  • Anto Anto STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati
Keywords: Terapan, Logika Fuzzy, Inkubator Bayi, Fungsi Trapesium

Abstract

Perkembangan jumlah pengguna sepeda motor pada saat ini meningkat dengan cukup signifikan. Data terakhir mengenai populasi kendaraan di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari Dinas Perhubungan mengatakan pada tahun 2016 ditarakan mencapai ± 103.735 unit sepeda motor dan terus berkembang setiap tahunnya. kasus pencurian kendaraan bermotor masuk dalam daftar urutan teratas tindak kejahatan yang terjadi sepanjang 2016 di Tarakan. Pada penelitian ini dibuat sebuah pengamanan motor yang dapat melacak posisi dan menonaktifan mesin kendaraan pada saat dicari, Adapun untuk melacak posisi kendaraan alat yang digunakan adalah GPS Ublox Neo 6Mv2 sedangkan untuk mengirimkan data koordinat ke server dan mematikan mesin kendaraan menggunakan GPS/GPRS/GSM Module V3 DFROBOT, sedangkan dalam Pengoprasian dilakukan secara manual seperti untuk mengetahui posisi kendaraan dan menonaktifkan mesin harus melalui aplikasi smartphone yang telah dibuat, pada server juga digunakan modem sebagai wadah untuk membaca pesan yang berupa koordinat yang nantinya akan dibaca pada aplikasi android. Adapun Metode yang penulis gunakan di penelitian ini adalah Metode Usability Testing yaitu yang menjadi tolak ukur dalam pengujian metode, hasil dari peneliitian ini diadakan kuisoner yang melibatkan masyarakat umum sebagai koresponden yang bertujuan pengembangan pada alat pengamanan kendaraan yang sudah dibuat. Dari kuisioner yang telah dilakukan kepada 35 orang adalah sebagian besar orang menyatakan aplikasi dan alat yang ada dari peniltian ini rata-rata dari keseluruhan pertanyaan yang diberikan 32% menjawab sangat baik, 46% mengatakan baik, 20% mengatakan cukup, 2% mengatakan kurang.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-06-30